Mengenal Algoritma Google dan Perkembangannya dari Waktu ke Waktu

Sebagai pengelola website mengamati cara kerja mesin pencari itu penting, sebab optimasi search engine atau sering di sebut dengan SEO ini dari waktu ke waktu perlu dilakukan demi memaksimalkan Website atau blog.

SEO ini ada kaitannya dengan sebuah Algoritma yang telah di rancang oleh Google, Agar Google search engine berjalan dengan baik (dalam artian selalu bisa memberikan konten yang relevan dan berkualitas untuk setiap penggunanya di seluruh dunia). Google sebagai raksasa teknologi menciptakan yang namanya Algoritma.

Apa itu Algoritma Google?

Algoritma Google adalah suatu sistem kompleks yang di gunakan guna mengambil data dari indek pencariannya dan secara otomatis bisa memberikan hasil terbaik dari apa yang di cari oleh pengguna. Google sengaja menciptakan Algoritma untuk memberikan pengalaman terbaik untuk pengguna.

Mesin pencari Google menggunakan kombinasi antara Algoritma dan berbagai sinyal ranking untuk berusaha memberikan website yang di beri ranking berdasarkan relevansi dari Halaman hasil mesin pencari atau SERP.

Seperti yang dikatakan oleh President of Engineering, Ben Gomes “Tujuan kami adalah memberi anda jawaban terbaik dan tepat seperti apa yang anda inginkan” https://www.google.com/search/howsearchworks/algorithms/

Google Terus berusaha untuk Menjadi search engine terbaik

Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya pengguna Google, tentu tak heran banyak pemilik website yang bermain kotor dengan tujuan agar konten atau website mereka bisa berada di halaman pertama mesin pencari.

Tentu ini bisa di katakan sebagai strategi black hat, yang masih banyak di gunakan oleh pemilik website. Inilah mengapa alasan Google sebagai Search engine terbesar di dunia terus mengupdate algoritma setiap waktunya.

Lalu apakah kamu mengikuti perkembangan update algoritma google dari waktu ke waktu?

sebenarnya Google sendiri merahasiakan Algoritma mereka. Tetapi, mereka juga tetap berbagi fakta menegenai pembaruan algoritma mesin pencarinya.

Dan inilah yang saya akan ulas, macam-macam Algoritma Google dari waktu ke waktu.

8 Pembaruan Algoritma Google dari waktu ke waktu

Google sendiri telah mengeluarkan banyak sekali pembaruan algoritma, seperti pada tahun 2018, mereka melaporkan bahwa ada 3.234 pembaruan yang di lakukan, bisa di rata-rata hamir 9 kali per hari, namun sebagian besar pembaruan ini kecil, Google juga kadang-kadang meluncurkan pembaruan Major atau Utama.

Dengan Moz kamu bisa mengethaui riwayat Algoritma Google dari tahun 2000 – sekarang. https://moz.com/google-algorithm-change

Nah ini yang akan kita bahas, major update ini akan mempengaruhi perubahan secara signifikan, terutama pada hasil pencarian google. Untuk mengatahui apa saja pembaruan utama dari Google, mari kita bahas secara lengkap.

1. Google Panda

Tanggal Peluncuran : 23 Februari 2011

Tujuan update dari pembaruan algoritma Google Panda adalah sebagai bentuk menghargai situs web yang mempunyai konten berkualitas tinggi, dalam artian bisa memberikan manfaat dan kenyamanan bagi pembacanya. Jadi, pembaruan ini tentunya akan mengurangi kehadiran dari situs web yang memiliki kualitas konten rendah.

Jadi rendah di sini maksudnya adalah Konten kurus, Duplikat konten (Plagiarisme), Peletakan banyak kata kunci (Keyword stuffing), konten yang penuh dengan kesalahan ejaan dan tata bahasa yang kurang otoritatif, dan lain sebagainya.

Pemulihan dari Update Google Panda

Dalam industri SEO, Panda sering di kutip bahwa pembaruan ini sulit untuk di pulihkan. Namun, jika kita melihat dari tujuan pembaruan ini yaitu berhubungan dengan Kualitas situs webs atau konten, maka langkah-langkah pemulihannya adalah untuk meningkatkan kualitas tersebut. Di antaranya seperti berikut.

2. Google Penguin

Tanggal Peluncuran : 24 April 2012

Sejatinya Google Penguin adalah sebuah tools dari Google dan bukanlah sebuah sistem Algoritma, Akan tetapi pada 2016 Google memutuskan bahwa Penguin menjadi bagian dari sistem Algoritma google.

Sebenarnya update Algoritma penguin menyusul dan menyempurnakan pembaruan Panda, kehadiran Penguin ini juga bertujuan untuk menghargai situs web yang berkualitas tinggi dengan yaitu dengan menangani skema tautan dan menangani kata kunci yang berlebihan (Keyword Stuffing).

Skema Tautan atau Backlink schame adalah sebuah penggunaan Backlink yang di anggap tidak natural dalam artian si pemilik website sengaja merekayasa tautan yang masuk ke websitenya.

Jika Keyword Stuffing ini sebanrnya adalah tujuan Google untuk mendominasi SERP dengan konten-konten yang berkualitas tinggi. Jadi begini, peletakan atau pengulangan banyak kata kunci yang di sisipkan di website guna menaikkan ranking malah akan terancam ranking nya sejak Pembaruan Google Penguin.

Hukuman bagi pelanggar Algoritma Google Penguin

Penalty yang akan di berikan Google bagi pemilik website yang melakukan skema atau manipulasi backlink yaitu adalah Menurunnya posisi website dari SERP atau yang lebih berat lagi yaitu Website kamu akan tidak terindeks oleh mesin pencari.

Pemulihan dari Update Google Penguin

Siap siap terkena penalti oleh Google jika kamu tidak segera memperbaiki kualitas konten kamu dari penerapan Link Building. upayakan kamu tidak termasuk dari website yang terkena dampak Google Penguin. Nah, inilah tahap-tahap yang bisa di lakukan untuk memulihkan website jika terkena Penguin.

3. Google Hummingbird

Tanggal Peluncuran : 26 Septemeber 2013

Berbeda dengan pembaruan inti sebelumntya, Pembaruan Algoritma Google Hummingbird ini lebih signifikan terhadap permintaan yang di maksudkan pengguna terhadap mesin pencari, Dalam artian pemahaman Google terhadap maksud permintaan pencarian semakin Canggih dengan tujuan untuk mencocokan permintaan dengan hasil yang lebih relevan.

Jika pembaruan sebelumnya seperti Panda dan Penguin banyak memicu pelaporan penurunan trafik yang signifikan, Namun berbeda dengan Hummingbird yang tidak memiliki dampak negatif sama sekali terhadap trafik web.

Mulai saat ini buatlah konten yang benar-benar bisa memecahkan masalah bagi orang, jadi pastikan konten yang kamu buat bisa menjawab pertanyaan dari Pengunjung.

Jadi kesimpulan Pembaruan Hummingbird tidak lain adalah untuk menyajikan hasil pencarian yang lebih baik kepada pengguna.

Hummingbird bukan tentang Pemulihan, Tetapi tentang Kesempatan !

Sudah saya singgung di atas, tidak ada dampak negatif terhadap pembaruan kali ini, melainkan inilah waktunya untuk anda sebagai pemilik website untuk selalu menyajikan konten yang bisa menjawab pertanyaan dari pengunjung, bukan sekedar bisa menjawab begitu saja melainkan juga harus berjalan dengan konten yang berkualitas.

Ada sebuah peluang, bukan hanya untuk peringkat yang lebih baik saja, Namun jika memenuhi kriteria website kamu akan di tempatkan di peringkat nol atau biasa di sebut sebagai Answer box.

Keyword Research inilah yang bisa di lakukan, Pemberian Long tail keyword itulah yang di sarankan oleh Nail patel pendiri Ubbersuggest https://neilpatel.com/blog/the-ultimate-google-algorithm-cheat-sheet/

Google sekarang ini mencari Situs yang relevan berdasarkan ruang lingkup dari konten mereka. jika kamu menggunakan berbagai kata kunci dan bisa menghasilkan konten yang berfokus pada pemecahan masalah pengunjung, Maka kemungkinan kamu berada di jalur yang benar.

4. Google Pigeon

Tanggal peluncuran : 20 Agustus 2013

Pembaruan kali ini lebih di tekankan pada pengalaman saat melakukan pencarian lokal, artinya Google akan memberikan hasil pencarian lokal tentang apa yang di inginkan user terhadap produk atau bisnis yang mereka butuhkan di area terdekatnya.

Untuk kamu pemilik bisnis atau usaha mungkin Pigeon sangat membantu, Pembaruan ini menghargai bisnis lokal, Kemampuan Google untuk menemukan bisnis terdekat melalui apa yang di ketikkan oleh user di sempurnakan melalui Algoritma ini. Jadi user tidak perlu menuliskan atau mencari sendiri istilah geo-spesifik untuk menemukan bisnis yang ia cari.

Masih binggung? Kalau bingung, saya akan memberikan kamu gambarannya seperti di bawah ini:

Saat saya melakukan pencarian “Mi Ayam Bakso” google langsung menyodorkan beberapa rumah makan yang terdekat dari tempat saya tinggal, walau saya tidak mengetikkan di mana tempat yang saya inginkan.

Pigeon juga menyempurnakan pencarian percakapan, Google secara teliti mempertimbangkan bagaimana sinonim bisa bermain dalam kata kunci. Seperti contoh begini, saya mencari “Sate ayam di Boyolali” dan “di mana saya bisa menemukan Sate ayam di Boyolali” , maka hasilnya akan hampir sama dari kedua keyword tersebut.

Pemulihan dari Update Google Pigeon

Cara pemulihan ini tentunya relevan untuk kamu pemilik bisnis yang ingin menarget pencarian lokal, Namun kita bisa menyadari sendiri bahwa sebuah bisnis sejatinya tidak bisa mengontrol radius yang di ambil Google untuk menghasilkan hasil pencarian lokal.

Oke saya akan berikan kamu faktor-faktor atau penyesuaian yang bisa kamu kelola untuk sukses di lanskap Algoritma Pigeon, seperti :

Baca Juga : Perbedaan SEO Onpage dan SEO Offpage

5. Google Mobilegeddon

Tahun Peluncuran : 21 April 2015

Google menginginkan sebuah website memiliki tampilan yang Mobile friendly (cocok untuk semua layar Smartphone), oleh sebab itu hadirlah Algoritma Mobilegeddon guna meningkatkan peringkat halaman untuk website yang sudah Ramah seluler atau Mobile friendly.

Pembaruan ini telah di ungkapkan di situs resminya https://webmasters.googleblog.com/2015/04/rolling-out-mobile-friendly-update.html bahwa pencarian sekarang akan lebih mudah dalam menemukan konten yang berkualitas tinggi tanpa merepotkan pembaca untuk mengetuk dan memperbesar halaman yang tidak Mobile friendly.

Google menyadari bahwa semakin banyaknya orang yang menggunakan perangkat seluler untuk mengakses internet, maka muncullah pembaruan ini dan memastikan pengguna bisa mendapatkan hasil yang paling relevan dan cepat.

Pemulihan untuk Update Algoritma Mobilegeddon

Tentunya update Algoritma ini bisa membuka mata kamu terhadap terciptanya website yang baik dan professional, Ini bukan soal kekhawatiran sebenarnya jika website kamu tidak Mobile friendly kamu bisa memperbaikinaya atau mengganti tempalate yang Mobile friendly. Namun ada juga hal-hal yang kamu perlu lakukan agar tidak terdampak Mobilegeddon.

6. Google RankBrain

Tanggal Peluncuran : 26 Oktober 2015

Seperti namanya Brain atau Otak, jadi Pembaruan Algoritma kali ini mengacu pada sebuah kecerdasan. Oke kita akan bahas ini lebih spesifik, jadi inilah salah satu teknologi Artifical Intelligence (AI) yang di gunakan Google pada mesin pencariannya.

Jadi Google mulai menggunakan pembelajaran mesin untuk meningkatkan kemampuannya untuk menerima input kata kunci yang di masukkan pengguna dan mencoba untuk memberikan hasil yang paling relevan pada pencarian tersebut.

Sebenarnya ini adalah sebuah Penyempurnaan dari Algoritma Hummingbird, dimana Google berusaha menghasilkan search result yang paling akurat untuk pencarian pengguna.

Seperti yang sudah saya singgung di awal, bahwa ini adalah teknologi Artifical Intelligence yang di desain untuk memahami makna di balik suatu kata pencarian/ kueri (Algoritma ini memproses berbagai sinyal seperti kata, elemen, desain, atau segala hal yang berhubungan dengan kueri yang di maksud.

Bagaimana RankBrain Bekerja?

oke saya akan berikan kamu analoginya, di sini saya mencoba untuk mencari “Sego goreng jowo” (jelas ini adalah bahasa jawa), dan pencarian saya di sini tidak spesifik, apakah saya ingin membeli nasi goreng jawa, ingin mencari resep nasi goreng jawa, atau ingin mencari tempat terdekat yang menjual nasi goreng jawa.

Namun dengan algoritma ini Google tahu bahwa apa yang saya maksud adalah ingin mencari Resep dan cara membuatnya, selain itu Google juga tahu arti dari Sego goreng jawa tidak lain adalah Nasi goreng jawa.

Pemulihan untuk Update Google RankBrain

Kalau kita berpikir lebih realistis, Pembaruan ini menurut saya adalah titik terang kita sebagai seorang pemilik website. Namun, ada juga yang terdampak dari pembaruan ini yaitu untuk konten yang tidak memiliki sinonim kata kunci yang relevan, konten yang dangkal atau tidak mendalam, dan juga desain web yang buruk atau UX yang tidak bagus.

Untuk memperbaikinya begini :

7. Google Possum

Tanggal Peluncuran : 1 September 2016

Ini meruapakan Pembaruan algoritma besar untuk Local search atau Pembaruan lokal sejak Pigeon pada tahun 2014. Possum ini berguna untuk mem-filter hasil pencarian Google untuk pencarian lokal, Google sendiri sadar bahwa semakin banyak pelaku bisnis yang bermain secara “serakah” utnuk menguasai pasar lokal.

Nah dengan adanya possum di harapkan bisa lebih menyaring hasil pencarian lokal untuk bisa memberikan hasil yang lebih baik dan bervariasi untuk pengunjung.

Sinyal yang di perhatikan oleh Possum adalah posisi GPS si pencari lokal, dan kemudian memberikan referensi bisnis terdekat dari alamat pencari, dan juga preferensi pencari terhadap suatu bisnis.

Pemulihan untuk Update Google Possum

Sayang sekali tidak ada solusi yang mudah untuk kamu lakukan untuk mendapatkan kembali visibilitas kamu sebelumnya, jika Google sudah memutuskan untuk memfliter maka tidak bisa kamu berbuat apa-apa. Namun ada opsi yang perlu kamu lakukan, ingat bahwa Google selalu bertujuan untuk menunjukkan bisnis yang paling relevan dengan apa yang di cari oleh pengunjung, Nah dengan meningkatkan SEO Lokal secara keseluruhan dapat membantu Google untuk menyakinkan bahwa bisnis kamu lah yang terbaik di antara bisnis dalam kategori dan tempat yang sama.

8. Google Fred

Tanggal Peluncuran : 7 Maret 2017

Pembaruan Algoritma Fred menargetkan taktik Black Hat dan tentunya ini melanggar standar komonitas Google, back Hat di sini berkaitan dengan Monetisasi Agresif yang di lakukan oleh pemilik website.

Maksudnya adalah banyaknya iklan, Konten yang kurus dan bernilai rendah, memberikan sedikit manfaat kepada pembaca, seperti itulah yang di maksud oleh Monetisasi Agresif.

Seperti yang di kutip oleh Barry Schwartz, bahwa sebagian besar situs web yang terpengaruh terhadap update Google Fred adalah situs dengan konten yang memiliki banyak iklan dan tampak terlihat sengaja di buat untuk tujuan menghasilkan pendapatan yang lebih, Bukan malah memecahkan masalah pengunjung setelah membaca situsnya.

Situs web seperti apa yang terkena dampak Google Fred :

  1. kehadiran iklan yang sangat besar.
  2. Konten yang memiliki iklan atau tautan afiliasi yang tersebar di seluruh bagian web.
  3. Konten yang kurus, dalam arti pembahasan kurang lengkap dan tidak bisa menjawab pertanyaan pengunjung.
  4. Web dengan iklan yang menipu (contoh iklan yang terlihat seperti tombol Download)
  5. UX yang buruk.

Pemulihan untuk Update Google Fred

Pembaruan fred tentunya akan di pandang secara baik oleh Pengguna, karena mereka akan menemukan situs situs dengan kualiats tinggi dan tidak menggangu. Namun ini adalah tantangan bagi seorang pemilik situs web.

Dan inilah beberapa hal yang perlu kamu lakukan untuk meminimalkan resiko terdampak Update Google Fred.

Baca Juga : Cara Mendaftarkan Blog Atau Website ke Google Webmaster Tools

Kesimpulan

Kalau kita amati dan lihat 8 Algoritma di atas, maka akan mengarah pada tujuan Google yaitu memberikan search result atau hasil pencarian yang relevan dan akurat kepada pengguna.

Untuk kamu sebagai pemilik website, selalu berikan konten yang relevan pada suatu kata kunci yang kamu target. Jika kamu terus bermain aman dan selalu menyajikan konten yang bernilai tinggi kepada pembaca alhasil Ranking web kamu di SERP akan terus meningkat.

Baca Juga : Cara Menaikan Rating Website di Google

Exit mobile version