11 Cara Menaikan Rating Website Agar Rank 1 di Google

cara meningkatkan ranking website di google

Setiap pemain SEO tak terkecuali digital marketer, penjual online, blogger, atau pemain affiliate pasti menginginkan website mereka ramai pengunjung. Mereka mencari pengunjung dari berbagai sumber di internet, seperti dari media sosial, dari website lain (refferal), dari Google (organic search), sampai periklanan (paid search).

Namun, apabila tujuannya adalah mendapatkan traffic dari google, maka perlu adanya suatu tindakan supaya website mudah ditemukan di hasil pencarian. Salah satu tindakan yang bisa anda lakukan adalah dengan menaikkan rating atau meningkatkan ranking website.

Pada artikel ini saya akan mencoba berbagi pengalaman bagaimana cara saya menaikkan rating website agar bisa berada dipuncak di mesin hasil pencarian:

1. Perbaiki Relevansi Situs

Cara pertama yang harus anda lakukan adalah dengan memperbaiki relevansi tiap halaman website. Perbaiki judul dan deskripsi tiap artikel yang sudah anda publish dengan menyisipkan keyword yang ditargetkan. Upaya ini dilakukan agar google bot lebih mudah mengenali tiap laman website anda terkait hasil pencarian.

Masih bingung?

Jadi begini, misalnya anda sedang mencari informasi tempat kursus digital marketing, kemudian anda mengetikan keyword “tempat kursus digital marketing di jakarta”, maka google akan menampilkan website yang dianggap paling relevan terhadap keyword yang anda cari tersebut.

Pada kesimpulannya, jika anda ingin mendapatkan peringkat atas di google, maka website anda harus relevan dengan keyword yang dicari.

2. Tingkatkan Otoritas Situs

Authority situs adalah satu dari sekian banyak parameter tingkat kepercayaan google terhadap suatu website. Semakin tinggi nilainya maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan google terhadap website tersebut. Faktor backlink dari website ber-otoritas tinggi turut menjadi penentu rating website.

Lalu seperti apa website berotoritas tinggi itu? Anda tau kompas.com? atau detik.com, medium.com, quora.com? mereka-mereka itulah situs yang memiliki otoritas tinggi dimata Google.

Silahkan cek kekuatan otoritas situs melalui tools Ahref, atau Page Authority (PA) dan Domain Authority (DA) di MOZ. Lalu bagaimana cara meningkatkan Otoritas situs? semuanya sudah saya tuliskan disini.

3. Rutin Update Artikel + Konsisten

Website yang baik adalah website yang selalu update. Google menyukai website yang selalu menampilkan informasi terbaru dtiap harinya.

Google sendiri membuat fitur “Top Stories” agar pengguna bisa melihat informasi terbaru dalam beberapa jam terakhir.

Mari kita lihat contoh berikut ini:

Gambar diatas menampilkan situs berotoritas tinggi detikNews. Google memberikan ke istimewaan pada situs berita tersebut karena setiap jam bahkan menit selalu memberikan informasi baru tiap harinya. Ya, untuk meraih itu semua tentu mereka memiliki banyak penulis.

Namun pada dasarnya setiap orang ingin mendapatkan informasi atau berita terbaru di internet, dan Google paham akan hal itu. Maka dari itu, konten fresh lebih disukai google daripada konten yang tidak pernah diupdate. Dengan memposting artikel setiap hari, berarti Anda memberikan sinyal kepada Google bahwa blog atau website Anda aktif.

Lalu bagaimana dengan website company profile? yang informasinya tidak pernah berubah setiap hari, atau toko online yang produknya jarang bahkan hanpir tidak pernah bertambah?

Membuat blog adalah solusinya!

Sama halnya seperti website-website perusahaan seperti Niagahoster, Dewaweb, idwebhost. Mereka menggunakan blog sebagai sarana agar website mereka terlihat aktif dan up-to-date di mata google. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa situs mereka hanya menjual produk layanan hosting. Produk mereka itu-itu saja jarang ada penambahan paket produk, tapi sebagai gantinya mereka rutin menerbitkan artikel segar yang masih relevan dengan produk mereka agar rating website tidak jatuh.

Namun ada sedikit pengecualian bagi website yang membahas topik “Evergreen” (topik yang selalu dicari orang di search engine, dan enggak tergantung trend), contoh:

Setiap hari orang-orang selalu mencari konten jenis ini di internet. Karena topik yang dibahas itu-itu saja, caranya juga selalu sama, dan relevan sampai kapan pun (tidak tergantung waktu). Seperti “cara install windows 7 di komputer” yang tidak butuh update karena proses instalasinya selalu sama, tidak pernah berubah.

Jadi Google paham betul seperti apa konten yang anda buat. Apakah anda membahas topik evergreen? atau membahas topik yang sedang trend?

Namun ada sedikit catatan kecil untuk topik evergreen jika dirasa peringkat website menurun:

  1. Jika peringkat laman website mulai menurun, segera perbaharui isi konten, mungkin kompetitor menyajikan konten lebih lengkap dari punya anda
  2. Tambahkan beberapa data valid (cantumkan sumber jika diperlukan)
  3. Tambahkan gambar, video dan infografis yang menarik
  4. Cek link keluar ataupun link masuk laman website anda, apakah ada link rusak? jika ada segera perbaiki!
  5. Buat pilar konten agar otoritas situs tetap terjaga.

4. Tingkatkan Otoritas Topik

Google ingin mesin pencarinya lebih terpercaya oleh pengguna dengan merangking halaman website berdasarkan sumber yang resmi dan bukan abal-abal. Bahkan jika website tersebut tidak memiliki backlink sama sekali, google tetap menempatkan berada di halaman pertama hasil pencari, karena situs tersebut bisa dipercaya pengguna.

Hal ini terkait algoritma google terbaru yaitu E-A-T (Expertise, Authoritativeness, Trustworthness). Bahwa setiap website harus ditulis oleh ahlinya, bisa dipertanggungjawabkan setiap isi kontennya, serta bisa dipercaya baik oleh pengguna maupun google itu sendiri.

Logis juga sebetulnya apabila Google menerapkan algoritma ini meski blog kecil menjerit karenanya. Kenapa? Coba bayangkan jika search engine seperti Google tidak dipercaya lagi oleh pengguna di internet. Sehingga kemungkinan yang terjadi pengguna akan beralih ke search engine lain, seperti DuckDuckGo, Yahoo, Bing, Yandex. Tidak dipungkiri kejayaan raja internet Google pun akan hilang..

Selain itu, Google tidak ingin mengambil resiko ketika pengguna mencari cara mengobati penyakit beratnya di hasil pencarian. Karena google menampilkan situs yang tidak bisa dipercaya kebenarannya, maka ia pun menemukan website tersebut, tentu ini bisa berbahaya bagi jiwa si pengguna.

Lalu bagaimana cara agar website saya memenuhi algoritma google E-A-T? Berikut adalah tipsnya:

5. Pahami Search Intent

Google bisa membedakan keyword berdasarkan inten dari pencarian yang diminta.

Sebagai contoh, ketika user melakukan pencarian di Google dengan kata kunci “beli hijab online”. Disini google paham bahwa user tersebut ingin membeli hijab, maka google akan menampilkan website jenis ecommerce atau toko online saja di hasil pencarian.

Sedangkan ketika user mencari informasi “cara memakai hijab segitiga”, orang itu ingin tau bagaimana cara memakai hijab dengan benar (bukan ingin membeli). Sekali lagi google paham disini, sehingga search page yang ditampilkan adalah website tutorial atau postingan blog, bukan website ecommerce / toko online.

Pahami dasar-dasar mengoptimalkan kueri dengan menganalisis hasil peringkat teratas dalam 4C:

#Content style

Gaya konten mempengaruhi hasil kueri di laman pencarian. Contoh, saya mengetikan kata kunci “unboxing oppo a5 2020”, maka hasil pencarian lebih menampilkan konten video daripada postingan blog.

Ini berarti anda tidak bisa membuat postingan atau tulisan blog untuk menaikkan peringkat website, mau tidak mau anda juga harus membuat konten video, kemudian arahkan ke blog Anda.

#Content Type

Jika anda menggunakan  Content Type biasanya hasil kueri pencarian akan menampilkan 4 tipe konten diantaranya: postingan blog, produk, kategori dan landing pages.

Sebagai contoh saya mengetikan kata kunci “beli handphone online” maka yang keluar adalah website-website jenis  ecommerce + marketplace, seperti laku6.com, tokopedia.com, bukalapak.com, lazada.co.id, pricebook.co.id.

Namun ketika saya mengetikan kata kunci “beli xiaomi” maka yang keluar website resminya saja. Jadi hindari kata kunci ini, jika memaksa sebaiknya gunakan Long Tail Keyword.

#Content Format

Konten jenis ini biasanya berisi konten informasi, seperti konten tutorial, listikel, petunjuk, artikel berita, dan artikel opini yang dikemas dalam format umum.

Contoh saya mengetikan kata kunci “cara menghemat uang”. Maka hampir semua situs yang keluar adalah situs tutorial. Tidak mungkin yang tampil adalah website ecommerce (terkecuali mereka memiliki halaman blog).

#Content Angle

Pada kata kunci tertentu biasanya ada hal yang dominan untuk objek tertentu dalam hasil pencarian. Sebagai contoh saya mengertikan kata kunci “cara bermain gitar”, maka yang keluar adalah konten yang ditujukan untuk pemula. Jadi usahakan setiap membuat konten seperti ini, tambahkan keyword “pemula” di dalamnya meski tidak wajib.

Seperti itulah cara kerja google berdasarkan Search Intent. Jadi jangan sampai salah menempatkan kata kunci yang Anda bidik, wajib diperhatikan!

6. Perdalam isi Konten

Google ingin agar website yang memiliki rank tertinggi bisa berguna bagi pengguna. Disinilah peran bounche rate menilai sebuah website berdasarkan persentase dan durasi pengunjung menjelajahi website kita.

Bayangkan jika seseorang membuka halaman website anda, kemudian mereka langsung menutup halaman tersebut karena isinya tidak memberikan informasi yang mereka inginkan. Maka Google menanggap website anda sangat buruk, tentu ini bisa menyulitkan rangking website Anda nantinya.

Jika hal ini berlangsung secara terus menerus, website Anda bisa terlempar jauh ke halaman 7, bahkan menghilang dari mesin pencarian – coba posisikan anda sebagai pengguna google, apakah anda akan membuka website yang berada di halaman 7 keatas? tentu tidak bukan? Kalau begini terus bagaimana bisnis anda bisa berkembang?

Solusi yang tepat untuk mengatasi itu semua adalah dengan membuat konten yang lebih mendalam. Bukan berarti anda harus membuat artikel 3000 kata, karena konten atau artikel panjang belum tentu berkualitas. Jadi yang terpenting adalah konten yang bermanfaat dan bisa memecahkan masalah si pembaca.

7. Perbaiki Page Speed Website

Tips selanjutnya adalah selalu memonitor kecepatan website, baik untuk desktop (PC), tablet maupun mobile. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan kecepatan loading website:

Gunakan theme AMP (Accelerated Mobile Page) untuk perangkat mobile. Anda bisa membeli theme premium wordpress AMP. Tidak disarankan menggunakan template gratisan yang tersebar di internet, karena selain NULLED, website anda juga dapat beresiko terkena malware atau outbond link yang merugikan.

Jika anda menggunakan website mandiri (non CMS), periksa kembali file JS dan CSS, apakah benar-benar diperlukan? Jika tidak sebaiknya tidak perlu ditambahkan, karena dapat memperlambat loading website anda. Namun jika diharuskan, sebaiknya gabungkan beberapa script menjadi satu file.

Kemudian kompres ukuran gambar website anda. Gunakan tools Imagecompressor untuk mengecilkan size gambar tanpa harus mengurangi kualitas.

Terakhir: tambahkan beberapa kode htaccess ke hosting atau server untuk mengaktifkan browser caching. Dengan ini website anda menjadi lebih cepat ketika pengunjung kembali lagi mengunjungi website anda.

8. Gunakan HTTPS

Sejak google mengumumkan HTTPS (2014) bisa berdampak pada SEO (meski tidak terlalu besar), banyak website yang beralih dari HTTP ke HTTPS. HTTP menunjukan peringatan “tidak aman” pada browser chrome ketika anda mengunjung sebuah webiste.

Jika anda memiliki website tanpa HTTTPS kemungkinan anda akan diberi peringatan lewat email dari Google Search Console. Terlepas dari itu semua, apakah HTTTPS benar-benar mempengaruhi rating website anda? Jawabananya bisa “YA” bisa “TIDAK”.

Tapi saran kami sebaiknya gunakan HTTPS karena selain lebih aman juga terlihat lebih profesional. Untuk mengaktifkan HTTPS gunakan paket SSL yang tersedia di layanan Hosting website Anda.

9. Pastikan Website sudah Mobile Friendly

Hampir semua orang di internet melakukan pencarian di ponsel, jadi tak heran jika google menjadikan mobile friendly sebagai salah satu faktor ut5ama rank website untuk hasil pencarian.

Pada juli 2019, Google lebih serius lagi soal ini dengan menambah porsi pengindeksan ke mobile-first (meski pada dasarnya sama dengan pengindeksan dekstop) di search console mereka.

Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa website anda sudah mobile friendly atau tidak?

Silahkan cek laporan “Kebergunaan Selular” di Google Search Console, namun sebelumnya anda harus Mendaftarkan Blog atau Website ke Google Webmaster Tools terlebih dahulu.

Gambar diatas menunjukan website tersebut sudah mobile friendly.

10. Tingkatkan User Experience

Google bakal memberikan peringkat tertinggi bagi website yang menawarkan pengalaman positif kepada pengunjung. Hal ini sudah banyak dibuktikan oleh praktisi SEO selama bertahun-tahun.

Contoh kasus:

Ketika seorang publisher secara gamblang menautkan iklan POP-UP, atau menempatkan iklan bergambar dimana-mana tanpa ada aturan, dapat dipastikan website orang itu tidak akan pernah mendapatkan peringkat di mesin pencarian.

Karena google sendiri benci website yang isinya hanya iklan, gambar atau video saja, tapi tidak ada teks tulisan didalamnya. Maka dari itu, pada tahun 2016 banyak website wallpaper bertumbangan satu persatu, dan dipastikan tidak akan pernah ditemukan lagi di mesin pencarian.

Google SEO juga mengatakan:

Situs web anda harus memberikan manfaat bagi pengguna, dan pastikan setiap optimasi harus fokus terhadap user experience agar peringkat website anda bisa lebih baik.

Lalu hal-hal apa saja yang bisa memberikan kontribusi yang baik untuk User Experience?

Berikut adalah saran dari Google:

Ada banyak perdebatan di komunitas SEO tentang bagaimana cara google mengukur kepuasan pengguna. Teori-teori umum termasuk analisa metrik seperti rasio klik-tayang (RKT / CTR), lama waktu tayang, lama waktu di halaman, dan bounce rate.

Google pernah memberi clue bahwa faktor pemicu rating suatu website dapat diukur berdasarkan click through rate (CTR) dan beberapa perilaku pengunjung berdasarkan durasi tayang, lama waktu di halaman, dan bounce rate. Meski demikian, masih banyak praktisi beranggapan bahwa faktor tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya

Namun, banyak profesional SEO yang tidak setuju soal itu, ini bisa dibuktikan berdasarkan catatan analisis berdasarkan perilaku pengunjung.

Jadi kesimpulannya:

Tidak ada yang tahu bagaimana cara google mengukur kepuasan pengguna. Intinya adalah bangun website yang ramah terhadap pengunjung. Hapus iklan yang mengganggu, atur konten sebaik mungkin, buat tulisan yang mudah dibaca dan lakukan riset kata kunci. Lakukan yang terbaik untuk kata kunci yang anda tergetkan supaya mendapatkan hasil yang terbaik.

11. Perbaiki Link rusak + Tambahkan Backlink Berkualitas

Link Wheel baik eksternal maupun internal dapat mempengaruhi rating website di hasil pencarian. Terutama jika google menemukan banyak link rusak, justru ini akan memperburuk rangking website anda.

Parahnya lagi, banyak pemilik website mengabaikan link-link rusak tersebut. Padahal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan website anda. Hal ini juga dapat mempengaruhi User Experience saat mengunjungi website anda.

Gunakan W3C Link Checker untuk melihat beberapa link rusak pada website dan segera lakukan perbaikan.

12. Perhatikan Faktor Efektivitas, Efisiensi, Memorabilitas dan Error Prevention

Efektivitas – Apakah pengunjung bisa menemukan informasi yang mereka butuhkan ketika mengunjungi website anda? Ini terkait navigasi website, jika navigasi amburadul maka kemungkinan pengunjung akan berpindah ke website lain untuk mencari apa yang mereka inginkan. Tentu ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan webste anda.

Efisiensi – Lanjutan dari efektifitas dimana seberapa efisien pengunjung dalam menyelesaikan aktivitas mereka (membeli produk, download aplikasi / ebook, atau menghubungi anda lewat aplikasi pihak ke 3 seperti whatsapp) di website anda? Ini terkait tingkat konversi pada website anda.

Memorabilitas – Artinya perilaku visitor yang sering kembali mengunjungi website anda. Google menganggap ini bagus, dan website anda adalah panutan bagi mereka, sehingga google tidak sungkan memberikan rating tinggi pada website anda.

Lalu bagaimana cara agar website anda dikunjungi kembali oleh pembaca setia anda? Itu mudah

  1. Kuasai satu topik pebahasan (jangan buat banyak topick
  2. Buat artikel berkualitas
  3. Gunakan nama domain yang mudah diingat orang
  4. Percepat loading website
  5. Hindari banner iklan yang berlebihan.

Error Prevention – Error pada website dapat mempengaruhi kinerja website anda terhadap user experience dan google bot. Misal, 404 page not found eror (halaman tidak ditemukan), link rusak, atau link yang mengarahkan ke halaman yang tidak relevan bahkan dilarang google.

13. Bangun Komunitas

Baru-baru ini google mulai memperhatikan tingkat Engagement sebuah website. Semakin tinggi nilainya maka akan semakin baik buat peringkat situs anda. Seperti apa tingkat engangement itu? Misalnya, seseorang berkomentar, memberikan suka dan membagikan konten website anda. Jika semakin banyak interaksi disana maka bisa dipastikan rating website anda akan semakin memuncak.

Buat komunitas dan respon pertanyaan-pertanyaan pembaca anda.  Ini sangat bagus dan google menganggap konten anda sangat berkualitas.

Baca Juga : Cara Mempromosikan Blog Agar Ramai Pengunjung

Kesimpulan

Berikut beberapa ringkasan bagaimana cara meningkatkan rating website di SERP:

Exit mobile version