Membuat Website Cuma 30 Menit dengan WordPress Self Hosting

Membuat website itu tidak sulit. Tinggal instalasi, kemudian drag dan drop Anda sudah bisa lho memiliki website sendiri. Salah satu cara mudah adalah dengan meanfaatkan Content Management Sysrem (CMS).

CMS lebih fokus terhadap konten daripada harus memikirkan kodingan, sehingga Anda bisa leluasa memaksimalkan bisnis daripada mengurusi Back End yang njlimet. Ada banyak CMS yang bisa Anda gunakan saat ini untuk membuat website, salah satunya adalah WordPress.

WordPress memiliki segudang fitur dan alat bantu untuk membangun sebuah website yang indah. Kabar baiknya, tools-tools nyang digunakan sangat mudah dipahami oleh pemula sekalipun.

Jadi Anda tidak perlu khawatir bagaimana saat Anda pertama kali menggunakan WordPress.

Mengapa Harus WordPress?

Banyak perusahaan-perusahaan besar dunia memanfaatkan WordPress seperti Mercedes Benz, SONY Music, The New York Times Company, Walt Disney untuk pemasaran produk mereka melalui daring.

Ini menandakan kalau WordPress bukanlah CMS sembarangan, Anda pun bisa memiliki website yang elegan seperti mereka.

Jika Anda mulai berminat membuat website dengan WordPress Self hosting, maka melalui artikel ini saya akan mencoba memberikan pengarahan bagaimana cara membuat website dari WordPress.org atau WordPress Self Hosting yang benar, hanya dalam 30 menit.

Persiapan Sebelum membuat Website Dengan WordPress Self Hosted

Sebelum melakukan instalasi, Anda harus punya Hosting dan Domain terlebih dahulu. Karena WordPress.org atau WordPress Self hosting membutuhkan Hosting dan Domain untuk menyimpan dan mengonlinekan website.

Apabila Anda belum paham apa itu Hosting dan Domain, berikut admin akan berikan sedikit penjelasan:

Pengertian Hosting dan Domain

Hosting adalah tempat dimana semua file website disimpan, dikelola dan diakses secara online. File-file berupa script-script, database, email, gambar dan video tersimpan baik di server hosting. Ibarat tempat tinggal, hosting itu adalah rumah beserta perabotannya.

Sedangkan Domain adalah sebuah nama unik yang diberikan server untuk menentukan lokasi alamat suatu website. Pada dasarnya domain itu adalah alamat IP, namun karena alamat IP sangat sulit diingat, maka dibuatlah nama domain.

Misal: Google memiliki alamat IP 172.217.26.78, namun karena susah dihafal dan ribet ketika ditulis maka dibuatlah url atau permalink www.google.com. Nah, google.com itu adalah nama domain.

Jadi, domain memudahkan pengguna jika ingin mengakses suatu website. Sehingga si pengguna dapat dengan mudah mengingat dan menghafalnya.

Singkatnya, domain adalah alamat url, atau ibarat tempat tinggal domain adalah alamat sebuah rumah.

Tips menentukan nama domain

  1. Gunakan nama brand Anda
  2. Jangan terlalu panjang (minimal 3 kata)
  3. Jangan gunakan nama yang sama dengan website populer
  4. Menggunakan ekstensi .com, atau .id jika local
  5. Tidak menggunakan tanda strip (-)
  6. Usahakan jangan mengandung angka (kecuali nama brand Anda ada angkanya)
  7. Mudah dibaca dan diingat

Ini hanya tips ya, jadi Anda tidak harus mengikutinya. Banyak juga website-website sukses yang tidak mengikuti tips nama domain di atas.

Bagaimana cara mendapatkan Hosting dan Domain Terbaik?

Caranya cukup mudah. Anda tinggal mengunjungi website penyedia layanan hosting dan domain lalu membelinya di sana.

Tapi perlu di ingat, tidak semua penyedia hosting dan domain itu berkualitas. Ada juga beberapa penyedia hosting dan domain dengan embel-embel harganya yang murah tapi justru malah merepotkan Anda nantinya.

Nah disini Anda harus lebih selektif dalam memilih layanan Hosting mana yang tepat untuk website Anda.

Tidak apalah mahal sedikit asalkan dapat memberikan layanan yang terbaik.

Sejauh ini ada beberapa penyedia hosting dan domain yang lumayan baik dalam soal kualitas serta layanannya (menurut saya) antara lain:

  1. Niagahoster
  2. RumahWeb
  3. Dapur Hosting
  4. DewaWeb
  5. Hostinger
  6. Dll.

Jika sudah memiliki hosting dan domain, kita lanjut ke tahap selanjutnya yaitu proses instalasi WordPress.

Cara Install WordPress dengan menggunakan Softaculous App Installer di Cpanel

Ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk menginstal WordPress. Cara yang pertama adalah dengan bantuan FTP dan yang kedua adalah dengan menggunakan App Instaler Softaculous.

Karena FTP agak sedikit ribet, maka kali ini saya hanya menggunakan Softaculous saja untuk menginstal WordPress. Berikut adalah cara instalasi wordpress dengan menggunakan Softaculous App.

1.  Buka namadomain.com/cpanel

Silahkan masuk ke halaman Cpanel Anda. Caranya adalah ketik url domain Anda di browser. Contoh : www.namadomainanda.com/cpanel.

Lalu masukkan username dan password cpanel Anda (jika belum tau username dan passwordnya silahkan cek dulu di dashboard ClientZone hosting Anda.

2. Cari aplikasi Installer Softaculous

Jika sudah masuk kehalaman Cpanel, scroll ke bagian paling bawah dan temukan SOFTACULOUS APP INSTALLER. Kemudian cari WordPress dan silahkan Klik Install Now.

3. Isi data dan informasi yang diminta Softaculous

Selanjutnya isi informasi yang di minta Softaculous. Mungkin akan lebih jelas jika saya menerangkannya lewat gambar:

Silahkan isi informasi seperti apa yang sudah saya jelaskan pada gambar di atas. Jika sudah klik “install”, silahkan tunggu sampai proses selesai. Jika ada tulisan “Congratulations, the software was installed successfully” berarti proses instalasi telah berhasil dilakukan.

Kita masuk ke step berikutnya..

4. Login Halaman Admin WordPress

Selanjutnya kita sudah bisa masuk ke Dashboard Admin WordPress. Untuk masuk ke dashboard WordPress silahkan tulis https://namadomain.com/wp-admin/ pada kolom pencarian browser Anda, maka kan tampil jendela login dashboard seperti gambar dibawah:

Masukkan username dan password yang telah Anda buat ketika menginstal WordPress tadi. Selanjutnya, Anda akan diarahkan ke laman dashboard Admin WordPress.

Pengenalan Dashboard WordPress

Sampai disini Anda sudah memiliki website yang sudah online. Namun Anda harus kustomisasi terlebih dahulu agar website terlihat lebih profesional.

Saya akan mengenalkan kepada Anda tiga bagian utama Dashboard WordPress:

1. Toolbar

Toolbar pada dashboard WordPress menampilkan beberapa shortcut menu.

2. Navigasi

Berikut bagian-bagian navigasi di halaman dashboard WordPress untuk mengelola website:

Baca Juga : Perbedaan Post dan Page pada WordPress

3. Beranda Dashboard

Bagian ketiga adalah halaman beranda dashboard WordPress yang memiliki empat bidang, yaitu:

Pengaturan Dasar WordPress

Setelah melakukan instalasi dan memahami fungsi dari menu dashboard WordPress, berikutnya adalah melakukan pengaturan dasar WordPress. Langkah ini diperlukan untuk memaksimalkan SEO website Anda. Saya akan menjelaskannya dalam versi bahasa indonesia:

1. Pengaturan Umum

Silahkan setting “Judul Situs” dan “Slogan” dengan masuk ke menu Setting >> General, kalau versi bahasa Indonesia masuk di Pengaturan > Umum. Silahkan setting dan sesuaikan dengan tema website Anda.

Pada bagian “ Bahasa Situs” Anda bisa mengganti sesuai dengan keinginan. Ada banyak pilihan bahasa yang bisa Anda gunakan, misal jika website Anda berbahasa Indonesia, maka pilihlah Indonesia.

Untuk “Zona Waktu” silahkan sesuaikan dengan wilayah dan target pengunjung Anda. Karena bagian ini akan mempengaruhi status waktu ketika Anda menerbitkan postingan.

Lalu pada bagian paling bawah (maaf tidak saya screen shoot) ada “Format Tanggal” dan “Format Waktu”. Silahkan atur dan sesuaikan menurut wilayah Anda saja, atau biarkan secara default sesuai dengan pengaturan waktu internasional.

2. menulis

Pada halaman pengaturan “Menulis” Anda tidak perlu merubahnya, biarkan saja secara default. Namun ada sedikit yang perlu Anda perhatikan disini, pada kolom “ Perbarui Layanan” anda bisa memasukkan beberapa Url Layanan Ping Service kedalamnya. Kali ini saya memasukkan rpc.pingomatic.com sebagai ping otomatis ketika Anda menerbitkan artikel.

Fungsi Ping Service disini tidak lain adalah untuk memberitahu kepada jagat internet khususnya mesin pencari Google bahwa Anda telah menerbitkan artikel baru atau telah melakukan update artikel. Ini bertujuan supaya halaman artikel Anda bisa cepat terindeks oleh Google.

3. Membaca

Menu ini memungkinkan Anda untuk memilih tampilan halaman muka website. Jika WordPress Anda berupa blog maka pilih “Pos pos terbaru Anda”. Namun apabila website Anda untuk company profile, portfolio, atau toko online Anda bisa memilih “Halaman Statis”.

Tapi biasanya halaman akan terganti secara otomatis berdasarkan tema bawaan yang Anda instal. Untuk tema nanti kita akan bahas setelah ini. Untuk mengakses silahkan masuk ke menu “Pengaturan” >> “Membaca”.

Dibawahnya ada pengaturan dimana Anda bisa menentukan jumlah postingan pada halaman muka website dan Feed Anda. Selanjutnya Anda bisa juga memilih apakah postingan ditamplikan secara penuh atau berupa potongan artikel.

Terakhir “Penampakan pada mesin pencari” >> “Halangi mesin pencari untuk mengindeks situs ini”. JANGAN DI CENTANG bagian ini, Karena kalau dicentang website Anda tidak akan pernah muncul di mesin pencari semacam Google, sehingga orang-orang tidak akan pernah bisa menemukan website Anda di internet. Jadi biarkan saja seperti biasa.

4. Diskusi

Halaman pengaturan ini berfungsi untuk mengatur komentar seperti mengijinkan pengunjung berkomentar, pengaturan notifikasi email ketika orang berkomentar, mengaktifkan ping back dan trackback, serta Avatar. Untuk mengakses silahkan masuk ke menu “Pengaturan” >> “Diskusi”.

Untuk pengaturan lebih lengkap soal “Diskusi” Anda bisa membacanya disini.

5. Media

Halaman pengaturan ini memungkinkan Anda untuk mengatur ukuran gambar yang Anda upload. Ukuran gambar dibagi menjadi tiga berdasarkan pixel, yaitu thumbnail, medium dan large. Untuk mengakses silahkan ke menu “Pengaturan” >> “Media”. Jika Anda tidak ingin mengubah apapun sebaiknya biar kan saja secara default.

6. Permalink

Pada halaman pengaturan permalink memungkinkan Anda mengoptimalkan struktur URL yang bagus untuk mesin pencari. Karena pada dasarnya, permalink bawaan WordPress kurang bagus untuk SEO website Anda. Jadi sebaiknya ubah dulu URL agar mudah dibaca oleh mesin pencari.

Saran saya pilih struktur “Post Name” atau “Nama Tulisan”, karena struktur URL ini tidak begitu panjang dan mudah di crawl oleh mesih pencari seperti Google. Untuk mengakses silahkan pergi ke menu “Pengaturan” >> “Permalink”.

Memilih Tema WordPress

Setelah mengatur settingan dasar WordPress, kini saatnya Anda memilih tema. WordPress menyediakan banyak tema dari gratis hingga berbayar.  Tema gratis bisa Anda dapatkan di direktori WordPress.org, namun jika Anda ingin menggunakan tema premium (berbayar), Anda dapat membeli langsung ke developer penyedia tema WordPress seperti Codecanyon, Elegantthemes atau MyThemeshop.

Jadi saya harus pilih yang mana? Gratis atau berbayar? Sebetulnya itu relatif, jika Anda menginginkan fitur lebih, sebaiknya gunakan tema berbayar. Tapi menurut saya, tema gratisan juga sudah cukup untuk membangun WordPress professional.

Berikut tips memilih tema WordPress yang tepat untuk website WordPress Anda :

Intinya pilih tema yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Jangan terlalu sibuk menggonta-ganti tema, karena inti dari website itu adalah konten atau produk yang ada di dalamnya, bukan tampilan. Yang terpenting adalah tema tersebut memiliki navigasi yang jelas dan mudah dimengerti oleh pengunjung.

Ada dua cara menginstall tema WordPress

1. Cara Install Tema WordPress via Dashboard

Cara pertama untuk install Tema WordPress yaitu melalui dashboard. Login dashboard WordPress kemudian cari dan klik “Tampilan” >>” Theme”.  Selanjutnya Anda diarahkan ke halaman pemilihan Tema.

Disini secara otomatis website menggunakan tema bawaan WordPress. Anda dapat menggantinya dengan template yang lebih bagus dengan cara klik “Tambah Baru”. Selanjutnya dialihkan ke halaman direktori  tema WordPress.

Disana Anda bebas memilih salah satu dari ribuan tema yang tersedia. Mulai tema untuk blog, company profile, portofolio, pelayanan jasa, hingga toko online, silahkan pilih salah satu tema yang Anda suka. Jika sudah sreg silagkan klik “Instal”.

Jika kebingungan mencari tema yang ingin Anda gunakan atau yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Silahkan klik filter untuk menyaring tema yang sesuai dengan kebutuhan website Anda, dan temukan tema WordPress terbaik.

2. Cara Install Tema via Upload (Tema Pihak ketiga)

Jika Anda tidak menemukan tema yang sesuai dengan kebutuhan website Anda. Anda bisa menggunakan tema pihak ketiga diluar tema direktori WordPress. Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu menguploadnya secara manual.

Caranya hampir sama dengan mengganti tema via direktori WordPress. silahkan buka dashboard WordPress kemudian klik “Tampilan” >> “Tambah baru” >> “Unggah Tema”.  Biasanya format yang digunakan adalah format ZIP.

Perlu Anda ketahui disini jika menggunakan tema pihak ketiga: Anda harus teliti dan perhatikan review dari orang lain yang menggunakan tema tersebut. Apakah banyak bug? Apakah tema tersebut “NULL”? apakah banyak ditemukan error? Namun jika review yang diberikan bagus-bagus, silahkan gunakan tema tersebut.

Pengaturan Widget

Widget adalah elemen pendukung WordPress yang biasanya ditambahkan ke sidebar, terkadang ditambahkan ke header atau footer website. Misal, Anda ingin menambahkan recent post, popular post, kode HTML khusus (biasanya untuk memasukan kode iklan, kode histat dan lain sebagainya).

Dengan widget, website Anda menjadi lebih menarik serta dapat memudahkan pengunjung melihat sebagian isi konten website Anda. Ini sangat bagus untuk SEO website Anda, meningkatkan jumlah pageview serta menurunkan tingkat bounce rate website anda.

Untuk menambahkan dan mengatur widget, silahkan buka menu “Tampilan” >> “Widget”. Pindahkan atau seret kotak widget yang Anda ingin gunakan ke area kanan. Jika tidak suka, Anda dapat menghapusnya dan menyeretnya kapanpun Anda mau.

Untuk widget pasang seperlunya saja, jangan berlebihan. Untuk mengoptimalkan website sebaiknya pasang widget Recent post, Popular Post, Arsip atau Sosial Media Share.

Install Plugin

WordPress yang baru di install hanya memiliki fitur dasar. Untuk itu Anda perlu menambahkan fitur agar website bisa bekerja secara maksimal. Fitur-fitur tersebut bisa Anda dapatkan dengan menginstal dan mengaktifkan plugin tertentu yang tersedia secara gratis di direktori WordPress.org.

Cara Install Plugin WordPress

Cara install dan mengaktifkan plugin cukup mudah. Buka dashboard WordPress kemudian klik menu “Plugin” >> “Tambah Baru” >> “Unggah Plugin”. Untuk lebih jelas silahkan lihat gambar dibawah:

Silahkan pilih plugin yang sesuai dengan kebutuhan website Anda, atau jika bingung bisa menggunakan plugin yang direkomendasikan oleh WordPress.

Ada banyak plugin yang disediakan WordPress, dari yang gratis hingga berbayar. Anda tidak perlu memasang semua plugin yang ada di direktori, pasang saja plugin yang diperlukan.

Kebutuhan plugin setiap website tentu berbeda-beda. Namun ada beberapa plugin yang wajib Anda install di WordPress. Apa saja itu? Berikut rekomendasi  plugin yang harus di install di WordPress:

1. Yoast SEO

Tujuan utama membuat website adalah supaya konten atau produk bisa menduduki halaman pertama di hasil pencarian. Untuk itu, Anda perlu menggunakan tools untuk membantu meningkatkan SEO website Anda. Salah satu yang di rekomendasikan adalah Yoast SEO.

Yoast SEO memberikan berbagai fitur untuk meningkatkan kualitas SEO website. Dari mengoptimasi meta tittle (Judul), meta deskripsi (uraian singkat), Submit XML sitemap, pengaturan permalink, Verifikasi Google Search Concole, pengarahan internal link, target focus kata kunci, hingga menganalisis konten.

2. UdraftPlus

WordPress memiliki beberapa kelemahan soal keamanan dan bug. Ini bisa terjadi pada WordPress Anda baik itu eror, terserang malware  atau beberapa kejadian yang dapat membahayakan website Anda. Namun Anda tidak perlu khawatir, cukup lakukan Backup dengan menggunakan Plugin UdraftPlus.

Cara yang praktis untuk melakukan Backup yaitu dengan install Plugin UraftPlus. Adapun kelebihan plugin ini adalah Anda bisa menyimpan data backup di layanan gratis seperti Dropbox atau Google Drive.

3. Jetpack

Plugin ini memiliki banyak manfaat yang bisa diambil. Menurut saya, Anda wajib memasang plugin ini karena akan ada banyak fitur yang bisa Anda dapatkan disana. Fitur-fitur yang paling populer antara lain adalah fitur kontak form, share social dan masih banyak lagi.

Selain itu Anda dapat meningkatkan keamanan website dengan menggunakan plugin Jetpack ini. Meski gratis, fitur-fitur yang Anda dapatkan cukup mumpuni layaknya plugin berbayar.

Anda akan mendapatkan layanan monitor dan pemberitahuan melalui email jika website mengalami gangguan dari pihak yang tidak bertanggung jawab seperti serangan brute force atau gangguan dari server hosting.

4. LiteSpeed Cache

Kecepatan website merupakan hal yang penting. Jika loading web lambat, pengunjung akan pergi meninggalkan website Anda dan mencari website lain yang lebih cepat di akses. Tentu ini dapat memperburuk citra SEO Anda.

Ada banyak cara untuk meningkatkan kecepatan website, salah satunya adalah dengan memasang plugin LiteSpeed Cache. Plugin ini bisa Anda gunakan secara gratis. Fitur-fitur yang Anda dapatkan antara lain Image Optimization dan Browser Cache Support.

Cara Update Plugin WordPress

Terkadang plugin Anda yang gunakan melakukan update secara berkala. Itu menandakan bahwa plugin tersebut melakukan pembaharuan ataupun ada penambahan fitur baru didalamnya, dan ini baik untuk website Anda.

Cara updatenya hampir sama dengan ketika Anda meng-update tema : Buka dashboard WordPress lalu klik “Updates” dan Anda akan dipindahkan ke halaman Update.

Kemudian silahkan pilih plugin yang ingin di update. Oh iya, sebelum update sebaiknya backup data website WordPress Anda dulu.

Cara Nonaktifkan dan Hapus Plugin

Terkadang  plugin yang Anda gunakan tidak sesuai dengan ekspektasi, malah justru memberikan efek buruk bagi kesehatan website. Untuk itu Anda perlu menonaktifkan dan menghapus plugin tersebut dari website Anda.

Untuk menghapus plugin caranya cukup mudah. Silahkan buka dashboard WordPress kemudian klik “Plugin”>>”PluginTerpasang” >> “Non-Aktifkan” >> “Hapus”. Untuk menghapus plugin Anda perlu menonaktifkan terlebih dahulu. Tapi jika tidak ingin menghapusnya Anda cukup Non-Aktifkan saja, itu tidak akan memberi efek apapun.

Setelah plugin terhapus, maka plugin tersebut sudah tidak terpasang lagi di WordPress Anda. Jika ingin menggunakannya kembali, silahkan install ulang plugin tersebut.

Cara Membuat Postingan (Post) di WordPress

Setelah proses pemasangan plugin selesai, kini saatnya memulai belajar bagaimana cara membuat postingan di WordPress.

Oh iya sebelum memulai saya mau memberikan sedikit penjelasan mengenai fungsi postingan pada website.

Membuat postingan itu sangat diperlukan apabila website Anda ingin diketahui banyak orang di internet. Tanpa postingan, entah itu postingan artikel blog, deskripsi produk ataupun jasa, website Anda tidak akan ada gunanya.

Sedikit polesan SEO dan pemilihan kata kunci yang tepat, maka website Anda akan mudah sekali ditemukan orang di internet, khususnya di mesin pencarian.

Kalau sudah demikian, website Anda akan ramai di kunjungi dan bisnis Anda semakin dikenal di internet. Tentu ini sangat baik bagi bisnis Anda kedepannya.

Pelajari bagaimana cara membuat postingan yang baik untuk bisnis Anda (copywriter) dan pelajari Search Engine Optimization (SEO) agar bisa merangking di search engine.

Kembali ke tutorial cara membuat postingan di WordPress..

Membuat postingan di WordPress cukup mudah, caranya silahkan masuk ke menu “Posts” Kemudian Klik “Tambah Baru”, disana Anda bisa langsung membuat artikel dan mempostingnya.

Anda juga bisa membuat postingan di “Laman” atau “Halaman” atau bahasa inggrisnya “Page”.

Oh iya kadang ada yang bertanya begini – Apa sih bedanya “Post” sama “Page” itu?

Nah, disini saya akan menjelaskan perbedaan antara Postingan (Post) dengan Halaman (Page).

Perbedaan Post dan Page WordPress

Kadang webmaster WordPress pemula suka keliru membedakan antara Post dengan Page. Sebenarnya keduanya adalah elemen yang berbeda.

Page merupakan halaman statis, sedangkan Post bersifat dinamis. Page biasanya digunakan untuk membuat halaman yang jarang ada perubahan, seperti : kontak kami, tentang kami, privacy policy, disclaimer, daftar isi, dan lain sebagainya. Sedangkan Post biasanya digunakan untuk postingan yang sering update.

Nah apabila Anda membuat website toko online (ecommerce) biasanya ada tambahan satu lagi yaitu halaman “Product”. Halaman tersebut khusus bagi Anda yang ingin membuat toko online untuk berjualan online, jadi bukan Page atau Post, tetapi Product.

Nanti tampilannya menjadi jejeran katalog produk mirip seperti Tokopedia, Shopee, atau bukalapak. Namun Anda harus install plugin Woocommerce terlebih dahulu, supaya ada menu “Product”.

Bagaimana? Sekarang Anda sudah mengerti bukan perbedaan dari Post, Page dan Product? intinya jika Anda ingin menulis artikel silahkan tulis di “Post”. Jika Anda ingin membuat halaman statis seperti Tentang Kami, Kontak Kami, Privacy Policy, dan lainnya silahkan tuliskan di “Page”. Terkahir apabila Anda ingin menampilkan produk di website, silahkan upload di “Product”. Jangan sampai tertukar ya!

Terkait Cara Membuat Postingan di WordPress sepertinya akan sangat panjang, jadi saya menuliskannya disini.

Cara Membuat Halaman (Page) di WordPress

Setelah membuat postingan di Post, kini saatnya belajar bagaimana cara membuat halaman di Page WordPress. Postingan yang Anda buat di halaman bersifat statis sehingga tidak akan terpengaruh pada postingan yang selalu diperbaharui.

Caranya sama dengan ketika Anda membuat postingan di Post, pada versi terbaru WordPress Anda menggunakan Gutenberg Editor. Silahkan buka menu “Page” >> “Add New”.

Tulis judul dan isi postingan yang ingin Anda tampilkan di halaman tersebut dengan langsung menerbitkan atau menyimpan sebagai draft terlebih dahulu. Yang bisa Anda lakukan untuk membuat halaman Adalah sebagai berikut:

Selamat, Anda Berhasil Membuat Website!

Demikian cara Membuat Website Cuma 30 Menit dengan WordPress Self Hosting. Kini Anda sudah memiliki website sendiri untuk mengembangkan bisnis online Anda.

Anda bisa memulai membangun website untuk profil usaha, membuat konten blog dan memasang iklan Adsense, hingga berjualan online. Apapun itu, pastikan konten Anda selalu up to date dan perhatikan juga teknik SEO Onpage maupun Offpage nya.

Buatlah konten yang bermanfaat bagi pengunjung dan pelajari Cara Menaikan Rating Website Agar No.1 di Google. Semakin tinggi rating website Anda, maka akan semakin besar kesempatan untuk sukses di dunia online.

Exit mobile version